DOMINOQQ - Komnas HAM: Pembakaran gereja pertama kali di Aceh

DOMINOQQ

Komnas HAM: Pembakaran gereja pertama kali di Aceh

Bentrokan yang berujung pada pembakaran gereja di di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh pada Selasa (13/10) lalu, ternyata mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya dari Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution.

Dominoqq - Maneger menyatakan pihaknya mengutuk keras terjadinya bentrokan yang berbau SARA tersebut. Pasalnya, bentrokan yang berimbas pada pembakaran rumah ibadah adalah peristiwa yang jarang sekali terjadi di Aceh.

DOMINOQQ - Komnas HAM: Pembakaran gereja pertama kali di Aceh
"Komnas HAM mengutuk keras terjadinya bentrokan yang mengakibatkan pembakaran rumah ibadah di Aceh Singkil, Aceh. Sependek pengetahuan saya, kasus intoleransi seperti ini jarang sekali terjadi, kira saya ini baru yang pertama kali terjadi di daerah Aceh," kata Maneger dalam keterangan persnya pada Selasa, (13/10).

DOMINOQQ - Komnas HAM: Pembakaran gereja pertama kali di Aceh
Kejadian ini, kata Maneger merupakan suatu tantangan baru bagi pemerintah Daerah (Pemda) Aceh untuk lebih menjaga persatuan, perdamaian, dan kebhinekaan antar sesama warga.

"Peristiwa ini menjadi tantangan bagi negara utamanya Pemerintah Daerah Aceh untuk menjaga persatuan, kedamaian dan kebhinekaan. Adanya insiden ini sungguh menjadi tantangan bagi negara terutama pemerintah daerah Aceh untuk hadir memenuhi hak-hak konstitusional warga negara khususnya hak beragama," paparnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada aparat kepolisian setempat untuk bertindak cepat mengusut kasus tersebut serta menghukum oknum-oknum yang terlibat secara profesional.

"Negara utamanya penegak hukum harus mengusut kasus bentrokan tersebut secara profesional, mandiri dan tuntas serta menghukum siapa pun pelakunya sesuai hukum yang berlaku," imbuh Maneger.

Agar kejadian serupa tak terulang, Maneger menambahkan agar semua pihak terkait menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih menguatkan komunikasi, koordinasi dan mengintensifkan dialog antar warga agar tidak mudah di adu domba.

"Untuk menjaga kedamaian di Aceh, umat beragama harus bersatu. Masyarakat Aceh juga harus berkomunikasi, berkoordinasi dan membangun dialog agar tidak mudah di adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," tegasnya menjelaskan.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong kedua belah pihak yang bertikai untuk duduk bersama mencari solusi bersama.

"Komnas HAM RI mendorong para pihak untuk kembali ke meja perundingan damai seperti yang sudah dimediasi oleh Komnas HAM," tutupnya.

Previous
Next Post »